Potensi pertanian yang besar di Kecamatan Bungaraya kembali diangkat dalam forum diskusi Skelas Beselo edisi ke-11 yang kali ini berkolaborasi dengan Komunitas SERAYA. Bertempat di Aula Kantor Camat Bungaraya (minggu, 22 Desember 2024), kegiatan ini mengangkat tema “Potensi Pertanian Bungaraya”, menghadirkan beragam sudut pandang dan semangat generasi muda untuk menggali kekuatan lokal di sektor agraris.

Skelas Beselo merupakan salah satu program unggulan SKELAS (Sentra Kreatif Lestari), ruang kolaborasi yang mendorong lahirnya solusi inovatif berbasis potensi lokal. Dengan pendekatan budaya duduk bersama khas Melayu, diskusi ini membuka ruang setara bagi peserta dari berbagai komunitas, sekolah, dan lembaga yang ingin memperdalam wawasan soal pertanian berkelanjutan dan peran anak muda di dalamnya.

Kolaborasi bersama SERAYA, komunitas lokal yang berfokus pada isu pertanian dan lingkungan di Bungaraya, menjadi energi baru dalam menyuarakan pentingnya regenerasi petani muda dan pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.

Membaca Peluang di Tengah Tantangan

Hadir sebagai narasumber, Nasir Rosidi, penyuluh pertanian Kabupaten Siak, menyampaikan pentingnya pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan. Ia juga menyoroti dampak negatif dari penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan perlunya pelatihan untuk mengembangkan pupuk organik.

Sementara itu, Wibowo Nugroho, pelaku ekonomi kreatif sekaligus penggerak Desa Wisata Benteng Hulu, membagikan kisahnya mengolah potensi desa melalui usaha produk olahan lokal dan wisata berbasis pengalaman. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi agar sektor pariwisata berbasis pertanian dapat berkembang dan berumur panjang.

Sesi diskusi dan tanya jawab dalam Skelas Beselo XI x SERAYA berlangsung hangat dan partisipatif, mempertemukan pandangan praktis narasumber dengan pengalaman peserta. Pertanyaan dari peserta seperti Chico yang menyoroti alih fungsi lahan dan keberlanjutan destinasi wisata dijawab lugas oleh Bapak Nasir dan Bang Wibowo, memantik diskusi lebih dalam tentang praktik pertanian ramah lingkungan dan pentingnya inovasi dalam ekowisata. Refleksi dari peserta seperti Aji, Kevin, dan Pak Danar memperkuat urgensi regenerasi petani muda, branding produk lokal, serta integrasi sektor pertanian dan pariwisata. Diskusi ini menunjukkan bahwa potensi Bungaraya tidak hanya kaya secara sumber daya, tetapi juga penuh ide segar dari generasi muda yang peduli pada masa depan daerahnya.

Meskipun dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti jumlah peserta yang belum memenuhi target,  diskusi ini tetap berlangsung dinamis. Keterlibatan aktif peserta menunjukkan bahwa ketika isu yang dibahas dekat dengan kehidupan sehari-hari, kehadiran dan partisipasi menjadi lebih bermakna.

Forum ini juga merekomendasikan tindak lanjut seperti pelatihan rutin untuk petani muda, promosi produk lokal melalui media sosial, dan integrasi sektor pertanian dengan wisata berbasis edukasi. Harapannya, Bungaraya tidak hanya menjadi lumbung pangan, tapi juga destinasi agrikultur yang diminati generasi muda.

Skelas Beselo XI membuktikan bahwa forum diskusi yang hangat dan inklusif bisa menjadi pemantik kolaborasi yang berdampak nyata. Kolaborasi SKELAS dan SERAYA membuka peluang baru untuk menyatukan semangat komunitas, pemerintah, dan pelaku usaha dalam satu tujuan bersama: menjadikan pertanian sebagai kebanggaan dan masa depan Bungaraya.

Redaktur : Ulfa

SKELAS (Sentra Kreatif Lestari) kembali menggelar edisi ke-10 dari program rutin Skelas Beselo (Bebual Semangat Lokal) dengan tema “Kita Belajar, Kita Berdampak” yang berkolaborasi bersama Forum GenRe Kabupaten Siak. Bertempat di kawasan bersejarah Tangsi Belanda, kegiatan ini menjadi ruang bertukar ide dan inspirasi yang inklusif bagi remaja Siak untuk membahas pentingnya proses belajar dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber muda inspiratif yaitu Vido Wiyantama (Duta GenRe Kabupaten Siak) dan Cerli Febri Ramadhani (Ketua SKELAS). Keduanya membagikan pengalaman mereka dalam menyeimbangkan pendidikan dan aktivitas organisasi, serta pentingnya memiliki semangat belajar yang konsisten. Dalam suasana diskusi yang hangat dan terbuka, peserta aktif mengajukan pertanyaan, seperti bagaimana cara mengelola waktu, keterampilan dasar untuk masuk Fakultas Hukum, hingga langkah-langkah kecil yang bisa dilakukan untuk menjadi remaja yang berdampak.

Dalam sesi tanya jawab, para narasumber menekankan bahwa belajar bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang pengalaman, partisipasi, dan keberanian untuk memulai aksi kecil yang memberi manfaat bagi sekitar. Filosofi beselo yang berarti duduk bersama tanpa sekat menjadi semangat dasar diskusi ini: membangun kolaborasi dan kesetaraan dalam belajar dan bertumbuh.

Meskipun sempat mengalami tantangan seperti keterlambatan teknis dan perubahan narasumber mendadak, kegiatan ini tetap berjalan dengan semangat tinggi. Para peserta yang hadir dari berbagai sekolah dan komunitas di Siak menunjukkan antusiasme besar terhadap tema yang diangkat. Hal ini menjadi bukti bahwa ruang-ruang diskusi seperti SKELAS BESELO sangat relevan untuk memperkuat semangat generasi muda Siak dalam membangun masa depan yang lestari dan berdaya.SKELAS BESELO X menjadi bukti bahwa ketika remaja diberi ruang untuk berbicara, mendengar, dan belajar bersama, maka semangat untuk berdampak akan tumbuh secara alami. Ke depan, SKELAS berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog lintas sektor dan generasi demi mewujudkan visi Siak Hijau yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan.

DEMO DAY :

Seluruh rangkaian kegiatan Pendampingan Inkubasi Bisnis Lestari Siak (KUBISA) telah terlaksana. Pada hari Sabtu, tanggal 30 November 2024 SKELAS melaksanakan kegiatan Demo Day Kubisa di Gedung Mahratu - Siak Sri Indrapura. Kegiatan ini merupakan acara puncak dari program pendampingan usaha bagi pelaku UMKM terpilih dengan ide usaha inovatif yang memberi dampak positif bagi ekonomi, sosial dan lingkungan. Peserta terpilih telah mengikuti Bootcamp dengan program yang telah berlangsung selama 3 (tiga) Bulan ini terdiri sesi pelatihan diantaranya HPP dan Literasi, seperti pelatihan visioning, Motivasi dan Inspirasi, pelatihan tata kelola bisnis, searing session dengan tema"bangga dengan produk lokal", pelatihan pencatatan keuangan dan rantai pasok secara digital, pelatihan marketing, pelatihan membuat pitchdeck sesuai dengan panduan investasi lestari, pelatihan public speaking, pelatihan prototyping desain kemasan ramah lingkungan, dan pelatihan Branding yang isi oleh Narasumber Lokal dan Nasional yang memiliki experience hingga level International.

Hadir Pada kesempatan tersebutdihadiri oleh Kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Siak Robiati, juga beberapa investor yang berpartisipasi dalam kegiatan itu. Tidak hanya usaha kuliner, dalam kegiatan itu terdapat pelaku usaha dalam bidang Fashion, dan inovasi terbaru yaitu kain dari serat nanas. Selain memberikan inovasi terbaru dalam acara Demo Day itu para investor juga mencoba produk hasil inovasi dari para peserta yang disajikan dengan berbagai inovasi tersebut.

Ketua dari SKELAS Cerli Febri Ramadhani saat ditemui usai kegiatan itu menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan kegiatan yang telah berjalan sejak Agustus lalu. “Acara inkubasi ini sudah dilakukan sejak bulan Agustus lalu, dan kami telah melakukan rangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada seluruh peserta yang merupakan para pelaku usaha yang ada di Kabupaten Siak,” terangnya.

Dalam rangkaian kegiatan yang telah dilakukan itu, Cerli menjelaskan untuk kegiatan Demo Day salah satunya yaitu mempertemukan para pelaku usaha dengan investor. “Dalam kegiatan Bisnis matching ini kita mempertemukan peserta dengan investor yang hadir saat ini ada sekitar 14 investor, dengan kegiatan ini diharapkan para peserta juga dapat berperan nantinya dengan usaha yang dimiliki para investor,” jelasnya. Skelas melihat potensi bisnis yang dimiliki para pelaku usaha di Kabupaten Siak ini, sebagai lokasi wisata tentu Sentra oleh-oleh akan sangat digemari masyarakat,Harapannya setelah ini para peserta lebih mengetahui terkait bagaimana mencari pasar yang tepat untuk produk yang mereka buat. tambah cerly.


Malam Grand Final Demo Day Kubisa 2024

Malam puncak kegiatan KUBISA dilaksanakan di Lapangan Siak Bermadah, hadir pada kesempatan tersebut Asisten I Setdakab Siak Fauzi Asni, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Siak, Laiskar Jaya dan Kepala Dinas Pariwisata Kab.Siak Tekad Perbatas Setia Indra Dewa yang dilaksanakan di Lapangan Siak Bermadah, yang berlokasi tepat di depan Istana Siak Sri Indrapura, Sabtu (30/11) malam.

Dalam sambutannya, Laiskar Jaya menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dampak strategis terhadap pembangunan daerah, khususnya di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. “Demo Day Kubisa bukan hanya panggung untuk menunjukkan karya kreatif, tetapi juga upaya bersama membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat di Kabupaten Siak. Ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya. Laiskar Jaya juga menambahkan bahwa DPRD Kabupaten Siak berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang memberdayakan masyarakat melalui kreativitas dan inovasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Tekad Perbatas Setia Dewa mengatakan, Demo Day Kubisa ini digelar selama 3 hari yang dimulai 29 November hingga 1 Desember. Sebenarnya masih banyak peserta yang ingin mengikuti Demo Day Kubisa 2024 ini, namun hanya dipilih 20 peserta, tambahnya;

Selanjutnya Pengumuman pemenang diumumkan saat malam penutupan Demo Day Kubisa tahun 2024, yang ditutup Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Siak Fauzi Asni sekaligus mengucapkan selamat kepada semua pemenang dengan Kategori:

  1. Kategori paling berdampak, diraih stand bazar Kasau, stand ini menjual produk kerupuk dari bahan baku ikan rasau.
  2. Kategori paling aktif, diraih oleh stand bazar Kenang, stand ini menjual produk kerupuk berbahan ikan lekit lomek.
  3. Kategori paling inovatif di raih stang bazar songket raya tenun An Nur Neni, stand ini menjual produk kain songket Siak.
  4. Kategori paling kreatif, diraih stand Telarasa, stand ini menjual produk nugget dengan bahan baku mocaf atau ubi, yang ditanam di lahan gambut.
  5. Kategori paling favorit, diraih stand bazar Shakia Cake & Cookies, dengan menjual produk dessert.

Malam Grand Final Demo Day Kubisa 2024 diakhiri dengan pengumuman para pemenang kompetisi, yang mendapatkan apresiasi atas kontribusi mereka dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Siak. Acara ditutup dengan penampilan seni budaya yang memukau yang disaksikan oleh pengunjung wisata di Tepian Bandar Sungai Jantan.

Kesehatan mental adalah salah satu aspek fundamental yang mendukung kesejahteraan individu dan masyarakat. Bagi orang muda, kesehatan mental tidak hanya memengaruhi kehidupan pribadi mereka, tetapi juga produktivitas, pembangunan, dan interaksi sosial di lingkungan mereka. Pada masa transisi menuju kedewasaan, orang muda menghadapi berbagai tantangan, seperti tekanan akademik, tekanan sosial, ketidakpastian karier, serta perubahan dinamika keluarga dan masyarakat. Studi menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental pada orang muda sering kali menjadi penghalang utama dalam mencapai potensi mereka.

Data dari World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa separuh dari semua gangguan mental dimulai sebelum usia 14 tahun, sementara tiga perempat kasus berkembang sebelum usia 24 tahun. Tanpa penanganan yang tepat, masalah ini dapat berdampak pada kemampuan belajar, pengambilan keputusan, dan pembangunan karakter, yang semuanya sangat berkorelasi dengan produktivitas individu. Kesehatan mental juga memiliki dampak besar pada pembangunan. Orang muda yang sehat mentalnya cenderung lebih mampu berkontribusi secara aktif dalam kegiatan ekonomi, sosial, dan politik. Sebaliknya, mereka yang mengalami gangguan kesehatan mental sering kali menghadapi kesulitan dalam mempertahankan pekerjaan, menyelesaikan pendidikan, atau berpartisipasi dalam komunitas. Dalam skala besar, kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan sosial dan ekonomi suatu daerah.

Narasumber : 

  1. M. Syariffudin, SKM : Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Siak
  2. dr. Fatkhauli Salviani, M.Kes : Praktisi Kesehatan Keluarga

Siak Innovation Challange (SIC) Merupakan program yang menciptakan ruang bagi orang muda untuk mengeksplorasi dan mengembangkan ide- ide inovatif untuk pemanfaatan dan menjaga keberlangsungan lahan gambut. Selain itu juga dapat menginspirasi generasi muda Siak dan Riau pada umumnya untuk menjadi agen perubahan dalam pembengunan keberlanjutan.

Siak Innovation Challenge 2025 menjadi ajang kompetisi sekaligus wadah bagi generasi muda untuk menciptakan solusi kreatif. SIC 2025 bertujuan mendukung perlindungan ekosistem gambut sekaligus mendorong ekonomi lestari dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Inisiatif Siak Innovation Challenge lahir dari kecintaan generasi muda Siak terhadap daerahnya. Inisiatif ini merupakan kolaborasi dari berbagai entitas lokal yang digerakkan oleh orang muda Siak atas nama Ekosistem Lestari Siak.

Siak Innovation Challenge mengusung tiga nilai utama. Ketiga nilai utama itu adalah #SiakHijau, #SiakAsik, dan #RamahGambut, yang mencerminkan komitmen terhadap kelestarian lingkungan, keberlanjutan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Kick Off KUBISA 2024

Kick off  KUBISA II yang ditaja oleh Skelas resmi dibuka pada tanggal 7 Agustus 2022 di Tangsi Belanda (kantin Skelas), kegiatan ini dibuka langsung oleh Pemerintah Kabupaten Siak yang diwakili oleh Kepala Bappeda Kab.Siak, L Budhi Yuwono dan dihadiri juga oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, perwakilan OPD, Mitra Pembangunan, CSO, private sector, komunitas yang ada di Siak serta para pelaku UMKM.

Diawali penyampaian Skelas Kubisa oleh ketua skelas, Cerly menyampaikan bahwa Inkubasi bisnis merupakan proses pembinaan bagi pelaku usaha skala kecil dan atau pengembangan produk baru yang dilakukan oleh inkubator bisnis. Inkubator bisnis juga berperan untuk membimbing sebuah usaha agar berjalan dengan manajemen organisasi dan finansial yang baik, dengan adanya hal ini diharapkan bisnis tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan dan mengahasilkan keuntungan yang diinginkan. Pada KUBISA Tahun 2024 ini terdapat 62 peserta yang lolos seleksi, 20 peserta terpilih dengan 3 peserta pada bidang fashion dan 17 peserta dibidang kuliner, tambah Cerly.

Untuk mendukung program bisnis lestari di Siak, Skelas mengadakan program Inkubasi Bisnis Lestari Siak (KUBISA). Program ini bertujuan untuk membantu pelaku bisnis lestari yang ada di Siak agar dapat mencapai kesejahteraan namun tetap memperhatikan dampak lingkungan dalam proses berlangsungnya bisnis dan mendukung visi Siak Hijau serta target 1000 UMKM/tahun dan meningkatnya usaha ekonomi kreatif yang direncanakan Pemerintah Kabupaten Siak pada Indikator Kinerja Pembangunan Daerah.

Dalam pidatonya, Budhi Yuwona mengatakan bahwa Pemerintah daerah siak menaruh perhatian besar terhadap kegiatan KUBISA, hal ini diharapkan dapat membantu pertumbuhan UMKM di Kabupaten Siak. UMKM didorong untuk membuat produk Lestari yang mana berhubungan dengan kondisi lingkungan saat ini. Secara ekonomi UMKM tidak terganggu oleh krisis karena cenderung memiliki modal yang kecil, oleh karena itu 5,08% Masyarakat miskin di Kabupaten Siak menjadi sasaran untuk mengembangkan UMKM. Demi mendukung perkembangan UMKM, PEMDA bekerjasama dengan KANWILKUMHAM untuk membuat hak paten bagi produk UMKM khas Siak,tambah Budhi.

Acara dilanjutkan dengan Mapping Potensi dari masing-masing stakeholder yang hadir dalam mendukung perkembangan produk secara berkelanjutan, dari EXPLORESIAK misalnya dapat membantu untuk pendampingan foto produk dan cara memasarkannya memalui sosial media. Dari EARTH WORM membantu dan mendampingi UMKM khusus yang memanfaatkan hasil hutan bukan kayu dalam peningkatan kapasitas pelaku usaha. Dari PT.BPRS Siak jaya selaku private sector di Kab.Siak bersedia memberikan literasi tentang perbankan dan keuangan,Program subsidi margin maksimal modal 15 juta, modal uang diberikan langsung ke usaha dengan memberikan modal Kepada pelaku UMKM sesuai dengan kebutuhan, tambah Pak Adi dari Bank Siak Jaya.

Selanjutnya dari DINAS KOPERASI dan UMKM terdapat 2 kegiatan yakni Pelatihan untuk peningkatan kapasitas UMKM dan Pinjaman metode dengan bunga 0%” disampaikan oleh Kepala Dinas Kop&UMKM. DEKRANASDA SIAK juga menyampaikan akan membuka peluang bagi UMKM dalam bidang apapun untuk menitipkan produk-produk unggulan UMKM untuk dipromosikan di Showroom DEKRANASDA. Agenda Kick off KUBISA selain membuka secara resmi kegiatan sekaligus menjaring para stakeholder untuk memberikan supportnya kepada para pelaku usaha yang hadir dalam mendukung pelaku bisnis lestari yang ada di Siak .

GOTONG ROYONG UNTUK SIAK

"Sendiri Kita Melakukan Sedikit, Bersama Kita Melakukan Banyak Hal"

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua peserta atas partisipasi dan upaya yang telah diberikan, serta kepada panel juri yang telah memberikan waktu dan perhatian untuk menilai pitch deck yang dipresentasikan. Selamat kepada 20 peserta yang lolos, dan semoga perjalanan Anda di Inkubasi Bisnis Lestari Siak 2024 memberikan hasil yang gemilang.

No.Nama PesertaUsaha
1Riyosa yosiKedai Makcik
2Junaidi RahmatRahmat Madu
3Leni karlinaSakhia Cake & Cookies
4Turi YantiDapur Yanti
5Fitria NingsihBumbu Instan Rujak Cocol & Keripik Bawang MAMASILABILA
6Siti Rohani ZegaAni jaya tailor
7Rini DesiantiGERAI AZHRIN
8Nova Surya Ningsih TambunanD'Razkan
9Dewi NurmalasariDSBOUTIQUECOLLECTION
10Hidayatullah RamadhanRumah Donat Dayat
11Ade Surya Ningsih TambunanChiquel
12SusantiSalad Sayoer Ku
13PebriantiTenun Annur Neni
14MirnawatiZinora
15Yanti NNugget ubi rasa ayam
16Gusrika SafitriKENANG (Pempek Ikan Lomek)
17WandaniAngkringan Mas One
18Afrizal Satria PratamaKerupuk ikan rasau
19LisfawaniAneka cemilan bunda
20Tengku Rahmi fitriChomojo siak Wak sultan

Sampai jumpa pada tahap berikutnyaa

Skelas kembali berkolaborasi dengan komunitas Benteng Berdaulat dalam pelaksanaan kegiatan Skelas Beselo bertempat di Terminal lama benteng hulu (27/22024). Pelaksanaan Skelas Beselo yang ke-7 kali ini mengangkat tema "Mengangkat Potensi Lokal untuk kesejahteraan masyarakat".

Pada kesempatan tersebut hadir sebagai Narasumber bapak Said Muzani selaku Ahli Kebudayaan dan Said Eka sebagai Praktisi Lingkungan. Dua orang narasumber ini merupakan penggiat budaya dan lingkungan yang berdomisili di Kabupaten Siak. Ratusan pengunjung hadir ada kesempatan tersebut baik dari wisatawan, masyarakat lokal, orang muda, mahasiswa yang sedang KKN juga turut hadir dari dinas Pariwisata Kab.Siak.

Said Muzani selaku Ahli Kebudayaan dalam paparannya menyampaikan "Benteng Hulu yang disebut kampung Benteng, sejarah Benteng ada Tangsi Belanda, potensi ini sudah digali dengan adanya orang2 muda yang mengangkat kegiatan seperti ini. Benteng ini pusat pemerintahan, ada kantor jaksa, telegram, landrad yang duluya adalah kantor camat. Itu semua jadi potensi yang menjadikan satu potensi lokal. "Dengan adanya belepat ini dapat mengaktifkan ekonomi, dan yang menarik di Belapat ini ada mata uang Bel dalam transaksi pada saat belanja di Acara Belepat".Tambahnya

Selanjutnya, Said Eka selaku Praktisi Lingkungan memaparkan bahwa Potensi lokal harus dikembangkan di benteng ada yang mengolah sagu yang sederhana, tapi ada perubahan topografi dan land used jadi potensi sagu itu menurun. Ada KTH untuk scale up sagu. "Etintas lokal jangan kalah dengan orang yang datang".tambahnya

Said eka menambahkan,Selain komoditi Badan Usaha milik kampung dapat dioptimalkan di kampung ini. Bumkam itu dari pp 9 th 2006 bisa berbisnis walaupun punya desa. Di dayun itu ada unit usahanya jasa lingkungan, wisata minta khsus yaitu danau zamrud. Dari potensi wisata ini bisa dijual paket jalan di benteng hulu, misalnya bersepeda, dari bersepeda ini bisa menumbuhkan ekomomi melalui minum makanan selama perjalanan. tambah said eka.

Said muzani menambahkan, kampung benteng ini bisa menciptakan oleh-oleh khas desa benteng. Di benteng hulu ada kebun kopi dulu yang pernah ada. Yang mana orang belanda jual kopi dan masyarakat gak boleh minum kopi dan terciptalah kopi lemak dari beras ketan yang dicampur rempah-rampah.

Tentang pemanfaatan sungai siak itu kelas 3, bisa dipakai transportasi. Rata rata sungai kita itu tercemar oleh fosfat, pemutjh dan mikro plastik. Kalau susur sungai dari perpektif sejarah itu baik dikembangkan. Tidak hanya menceritakan sejarah tapi juga lingkungan juga seperti tidak membuang sampah di sungai, dan harus perhatikan media untuk melakukan itu agar tetap menjaga keindahan sungai.

Kegiatan skelas beselo x belepat kali ini memberikan pengetahuan bagi masyarakat. Selain itu juga ada penampilan Tari zapin, Permainan Rakyat dan Bazar UMKM Lokal.

Pada hari yang bersejarah ini, kegiatan KUBISA 2024 memasuki tahap pentingnya dengan sukses melalui proses kurasi tahap kedua, yaitu pitching deck. Kegiatan ini menyaksikan partisipasi yang luar biasa dari 32 peserta, masing-masing diberikan waktu selama 6 menit untuk mempresentasikan pitch deck usaha mereka di hadapan panel juri yang berkompeten dan berpengalaman.

Panel juri yang hadir dalam acara ini terdiri dari:

Selama sesi pitching, peserta menunjukkan berbagai inovasi dan ide bisnis yang menjanjikan, dengan presentasi yang penuh semangat dan kualitas tinggi. Keberagaman ide yang disampaikan mencerminkan kreativitas dan potensi yang dimiliki oleh para pelaku usaha lokal.

Setelah evaluasi yang teliti dan diskusi mendalam, panel juri telah menetapkan 20 peserta yang berhasil lolos untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Mereka akan mengikuti Bootcamp Inkubasi Bisnis Lestari Siak 2024, yang akan menjadi platform penting bagi pengembangan lebih lanjut dari ide-ide bisnis mereka.

Keberhasilan ini merupakan langkah awal yang signifikan bagi para peserta terpilih untuk membuktikan dan mengembangkan potensi bisnis mereka. Dengan dukungan dari berbagai pihak dan fasilitas yang disediakan dalam Bootcamp, diharapkan mereka dapat meraih kesuksesan dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ekonomi daerah.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua peserta atas partisipasi dan upaya yang telah diberikan, serta kepada panel juri yang telah memberikan waktu dan perhatian untuk menilai pitch deck yang dipresentasikan. Selamat kepada 20 peserta yang lolos, dan semoga perjalanan Anda di Inkubasi Bisnis Lestari Siak 2024 memberikan hasil yang gemilang.

62

PENDAFTAR

32

SELEKSI

20

TERPILIH

Hallo orang muda siak! Pemerintah Kabupaten Siak melalui dinas Pariwisata bersama SKELAS akan mengadakan Inkubasi Bisnis Lestari (KUBISA) yang ke-dua. Program berdurasi 3 bulan ini akan menyediakan alat bantu dan keterampilan untuk membantu calon pewirausaha membangun bisnis yang lestari.

Kabupaten Siak memiliki komitmen dalam menjaga kelestarian dan mendukung ekonomi lestari yang berfokus pada konservasi, perkebunan, industri dan pemukiman yang terdapat dalam Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2022 tentang Siak Kabupaten Hijau. Hal ini tentunya sejalan dengan ekonomi lestari yang menjadi salah satu upaya dalam mewujudkan visi lestari.

Sebagai bentuk keberlanjutan komitmen tersebut maka Skelas mewujudkannya dengan program intensif dalam bentuk inkubasi bisnis lestari bagi masyarakat Siak, kegiatan ini dikemas dan diberi nama Inkubasi Bisnis Lestari Siak (KUBISA). Dalam perjalanannya Program KUBISA telah pernah dilaksanakan pada tahun 2023, dengan total peserta pendaftar sebanyak 26 Ide Bisnis dan terseleksi pada tahap awal sebanyak 8 Ide Bisnis untuk mendapatkan pelatihan Bisnis Lestari secara intens. 

Pada tahun ini juga KUBISA akan dilaksanakan, namun dengan hal yang baru dan berbeda. Tidak hanya mengangkat tentang bisnis yang ramah lingkungan, namun juga dapat menciptakan satu produk oleh-oleh khas yang berasal dari potensi lokal dari Kabupaten Siak. Inkubasi ini harapannya akan melahirkan produk ataupun jasa yang bisa membantu menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di Siak sekaligus membangkitkan perekonomian. Dengan berjalan dan berkembangnya model bisnis ekonomi lestari tentunya akan mendukung visi Siak Kabupaten Hijau dan visi Kabupaten Siak secara keseluruhan.

Inkubasi Bisnis Lestari Siak - KUBISA 2024 akan berlangsung dari Juli hingga Oktober dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. Memiliki ide bisnis atau usaha yang bergerak dalam kuliner, kerajinan tangan, souvenir, atau produk lokal lainnya maksimal sudah berjalan selama 1 tahun
  2. Peserta merupakan masyarakat Kabupaten Siak dengan melampirkan foto KTP
  3. Laki-laki dan perempuan umur 18-35 tahun
  4. Peserta dapat mendaftar secara individu atau kelompok (maksimal 2 orang termasuk kamu)
  5. Berkomitmen mengikuti seluruh proses rangkaian kegiatan sampai dengan akhir

Nah Karena KUBISA 2024 Pendaftarannya sudah di buka. Yok daftarkan ide bisnismu sekarang. Dengan syarat dan ketentuan pada link dibawah ini :

S K E L A S

Sentra Kreatif Lestari Siak (Skelas) merupakan sebuah tempat sekaligus wadah bagi orang muda kreatif untuk berkreasi menuangkan ide-ide untuk menggali potensi unggulan Kabupaten Siak dengan tetap menjaga kelestarian alamnya.
HUBUNGI KAMI
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram