
Sentra Kreatif Lestari Siak (SKELAS) kembali menghadirkan edisi ke-16 dari program rutin SKELAS BESELO, forum berbagi dan apresiasi yang menghidupkan semangat beselo dalam budaya Melayu, duduk bersama, berbicara dari hati, dan mendengarkan dengan setara. Kali ini, SKELAS BESELO hadir dengan format yang berbeda: pemutaran perdana film dan diskusi budaya bertajuk “Pagelaran Hati”, hasil kolaborasi antara SKELAS dan Naratama Production, kelompok sineas muda asal Siak.
Film Karya Anak Muda Siak

Film berdurasi ±25 menit ini menjadi karya perdana Naratama Production yang mengangkat kisah tentang cinta, budaya, dan kebersamaan masyarakat Melayu di tepian Sungai Siak. Melalui kisah Ali, seorang pemuda urban yang menemukan kembali makna kebersamaan dan pelestarian budaya lewat pagelaran seni di kampung halamannya, film ini menghadirkan nuansa hangat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Siak.
Penayangan perdana berlangsung di Tangsi Belanda, Mempura, pada Rabu malam
(29/10/2025). Suasana acara dikemas sederhana namun penuh semangat lokal, dengan galeri foto produksi film dan sajian santai yang mempertemukan komunitas kreatif, pelaku seni, dan masyarakat.
Bebual dan Refleksi Bersama

Selepas pemutaran film, kegiatan berlanjut ke sesi “bebual”, diskusi reflektif khas SKELAS BESELO, yang menghadirkan berbagai pandangan dari sineas, pelaku seni, pemerintah daerah, dan masyarakat. Moderator dari SKELAS memandu percakapan yang menggali proses kreatif Naratama Production, tantangan produksi, hingga dukungan lintas sektor bagi perfilman lokal.
Di tengah sesi, acara mendapat kejutan spesial dengan hadirnya Bupati Siak, Ibu Afni Zulkifli, yang turut memberikan semangat dan dukungan bagi sineas muda. Dalam sambutannya, Bupati mendorong anak muda untuk terus berkarya, mengangkat tema-tema lokal, dan tidak berhenti karena keterbatasan pendanaan.
Beliau juga berencana membuka ruang dialog lanjutan serta menggerakkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk filantropi, untuk produksi film bertema lingkungan.
Diskusi berlangsung hangat dan produktif, menghasilkan sejumlah komitmen dari
berbagai pihak:
● Dinas Pariwisata siap membuka akses fasilitas untuk produksi film selanjutnya.
● Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen mendukung semangat film ini dalam program mereka.
● Teras Riau (LSM) memberikan dukungan dana sebesar Rp5.000.000 untuk proyek film berikutnya.
● Penonton turut memberikan ide untuk tema film selanjutnya, seperti potensi lahan gambut dan keresahan generasi muda terhadap peluang kerja di daerah

Ruang Kolaborasi yang Hidup
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyampaian apresiasi dari SKELAS kepada seluruh pihak yang terlibat. Meskipun sempat mengalami sedikit keterlambatan teknis, kegiatan berjalan lancar dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. SKELAS BESELO edisi ini menegaskan peran SKELAS sebagai ruang kolaboratif bagi masyarakat kreatif di Siak, tempat ide, seni, dan semangat muda berpadu untuk membangun daerah dengan cara yang berakar pada budaya. Melalui Pagelaran Hati, SKELAS dan Naratama Production menunjukkan bahwa film lokal bisa menjadi medium kuat untuk menyuarakan identitas dan nilai-nilai Melayu dengan cara yang segar dan relevan.