Sebuah diskusi Beselo dengan fokus pelestarian budaya bertajuk Busana Lokal Lestari baru saja selesai dihelat di Skelas pada jumat (21/3/2025)
Foto bersama: Skelas Beselo #13
Diskusi ini tidak hanya mendorong berbagai upaya untuk pelestarian busana lokal, tetapi juga berupaya mencari solusi yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat siak dengan tetap melestarikan budaya dan lingkungan. Budaya berbusana lokal di Siak sudah turun temurun sejak masa kerajaan, menjadi kerajinan kaum bangsawan dilingkungan Istana Siak. Salah satu busana kebesaran siak adalah baju kurung leher cekak musang yang digunakan oleh Sultan berada di dalam Istana.
Maka dari itu, seperti disampaikan oleh Hendri, Ketua panitia Skelas Beselo x Ngabubustreet. Pada bulan yang baik ini kita isi dengan kegiatan yang membawa kebaikan, salah satunya melalui diskusi Beselo hari ini sebagai upaya bagi orang muda lebih mencintai busana lokal serta mendukung Perda Kab.Siak No.14 Tahun 2015 tentang tentang Berbahasa dan Berpakaian Melayu. Sebelum tahun 2015 saat masih bersekolah, berbusana melayu sudah diterapkan di sekolah negeri. Setelah adanya Perda berbusana melayu di Siak sudah mulai dilembaga pendidikan formal maupun informal, swasta dan pemerintah pada hari-hari tertentu yakni kamis menggunakan batik siak dan jumat busana melayu lengkap,tambahnya.
Pada kesempatan tersebut Skelas menghadirkan 3 orang narasumber hebat dibidang busana. diantaranya Zuriana,S.Pd, M.TPd ( ketua kompetensi keahlian desain dan Produksi Busana SMKN 1 Siak), Diana , M.Pd (kepala bagian bazar dan promosi Dekranasda Kab.Siak) dan Angela Sasna (desainer tatabusana muda). Peluang bagi pelaku industri kreatif khususnya pelaku fashion atau tatabusana lokal untuk mendunia itu sangat besar, namun tentunya butuh gotong royong dan kolaborasi kita bersama, hal ini disampaikan oleh Diana selaku kepala bagian promosi dan bazar Dekranasda Kab.Siak. kami menjalin kerjasama dengan pengrajin tenun lokal dan SMKN 1 Pariwisata untuk produksi busana karena di SMK ini terdapat peralatan produksi lengkap. Kami melihat peserta didik di Jurusan Tata Busana SMK siak ini sangat produktif, inovatif dan memiliki kompetensi dibidangnya. Kita dapat melihat dari alumninya yang saat ini hadir Angela Sasna dengan berbagai prestasi yang didapat. Ini sangat membanggakan bagi kabupaten Siak, tambah Diana.
Zuriana menyampaikan bahwa di SMK kami membekali peserta didik dengan keterampilan dan sikap profesional agar kompeten dibidang Fashion drawing (menggambar busana), Pattern Making (membuat pola) dan Pembuatan busana. Kami membekali siswa-siswi dengan wawasan entrepreneur agar mampu mengembangkan diri dikemudian hari baik secara mandiri maupun melanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi. Selain itu juga menjalin kerjasama dengan beberapa Butik ternama di pekanbaru untuk magang dan menambah ilmu peserta didik. Zuriana juga menambahkan, tantangan kami saat ini adalah kenaikan harga bahan baku mengakibatkan naiknya biaya produksi yang dikeluarkan pembuat busana sehingga pengrajin menaikkan harga jual busana lokal.
Fashion bagi anak muda zaman sekarang banyak dipengaruhi oleh media sosial dan selebriti. Tren fashion yang terus berubah mendorong anak muda untuk selalu mengikuti perkembangan terkini. Sebagai orang muda lokal yang bergerak ditatabusana Angela Sasna melihat peluang tersebut untuk mengintegrasikan busana lokal dengan tren saat ini. Salah satu contohnya beberapa waktu yang lalu pada acara Lancang Kuning Karnival di Pekanbaru Wakil Bupati Siak Husni Merza didampingi Istrinya Ananda Laila Putri turut hadir dan memeriahkan event tersebut, dengan melakukan fashion show menampilkan pakaian tenun siak kombinasi dengan batik siak. Yang unik dari busana ini adalah bahan kainnya tersebut dibuat dari benang serat nenas yang tumbuh dari lahan gambut siak, busana ini di rancang oleh Angel Sasna. Maka dari itu, disampaikan oleh Angela Sasna sangat senang sekali kegiatan hari ini saya dapat bertemu kembali dengan guru saya buk Zuriana yang menginspirasi sekaligus memotivasi saya sejauh ini. Harapan kepada kawan-kawan muda yang hadir untuk bangga berbusana lokal dan melestarikannya. "Dan apabila kita diberikan kesempatan mendapatkan pelatihan atau peningkatan kapasitas dibidang fashion maksimalkan kesempatan tersebut dan diaktualisasikan dalam bisnis". Tutup Angela.
Kegiatan Diskusi diakhiri dengan penampilan fashion show oleh Desainer SMK N 1 Pariwisata Siak dan Designer Angela Sasna yang diperagakan oleh Dara Siak serta Siswi SMKN 1 Pariwisata Siak. Moment ini sekaligus memulai pelaksanaan lomba fotografi sesi Indoor, dan kemudian dilanjutkan sesi street foto outdoor bersama model.
Fashion Show - Foto by Yeri
Sharing Fotografi: PERAN KOMUNITAS FOTO UNTUK PENUMBUHAN WISATA
Hunting foto busana lokal telah selesai. Waktu berbuka pun tiba, kudapan berbuka pun disantap bersama makan malamnya. Dilanjutkan melaksanakan ibadah shalat maghrib.
Sesi yang ditunggu oleh kawan-kawan fotografer adalah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman didunia fotografi oleh Sutawijaya. om Suta kami memanggilnya, beliau adalah seorang Fotografer Senior di Riau. Saat ini om suta dipercayakan sebagai Ketua Komunitas Fotografi Pekanbaru (KFP) Periode 2025-2027. KFP merupakan Komunitas Fotografi tertua di Riau, berdiri sejak 25 April 2006.
Media sosial dan fotografi digital telah mengubah cara orang menemukan destinasi baru.” SUTAWIJAYA berpendapat bahwa "perkembangan teknologi fotografi dan media sosial membuat promosi pariwisata lebih mudah, karena foto yang menarik dapat viral dan meningkatkan ketertarikan terhadap suatu destinasi". Kegiatan yang dilaksanakan oleh Skelas ini merupakan salah satu bagian dari promosi destinasi wisata sekaligus pelestarian budaya lewat busana lokal karena dilaksanakan di Tangsi Belanda yang merupakan salah satu destinasi wisata di Siak. "Kawan-kawan Fotografer ambil foto di spot terbaik, dimana Point of Interest (PoI) lalu posting di media sosial dan platform lainnya, karena orang akan tertarik datang untuk berfoto pada tempat yang sama dimana kawan semua hunting foto hari ini" tambah suta.
S K E L A S
Sentra Kreatif Lestari Siak (Skelas) merupakan sebuah tempat sekaligus wadah bagi orang muda kreatif untuk berkreasi menuangkan ide-ide untuk menggali potensi unggulan Kabupaten Siak dengan tetap menjaga kelestarian alamnya.