Siak Sri Indrapura, 13 Agustus 2025, Sentra Kreatif Lestari Siak (SKELAS) kembali menggelar kegiatan SKELAS BESELO edisi ke-15 di Tangsi Belanda, dengan mengusung tema “Lokal Tapi Berdaya: Dari Siak untuk Ekonomi yang Lestari.” Kegiatan ini menghadirkan pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta perwakilan pemerintah daerah untuk berdiskusi hangat mengenai potensi dan tantangan pengembangan usaha lokal berbasis keberlanjutan.
Program SKELAS BESELO merupakan ruang diskusi terbuka khas SKELAS yang memadukan budaya Melayu dalam suasana santai beselo (duduk bersama), untuk membahas isu-isu strategis bagi orang muda dan masyarakat Siak. Pada edisi ini, forum menyoroti bagaimana pelaku UMKM dapat memperkuat daya saing usaha dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Hadir sebagai narasumber, Kak Cerli (Founder Suwai, usaha anyaman pandan) dan Bang Satria (penggiat ekonomi kreatif), berbagi pengalaman dalam mengembangkan produk berbasis potensi lokal. Keduanya menekankan pentingnya memulai dari lingkungan sekitar, menjaga kualitas produk, dan mengintegrasikan nilai keberlanjutan dalam bisnis. Selain itu, Kabid UMKM Dinas Koperasi & UMKM Kabupaten Siak, Bapak Asmudin, turut hadir memberikan arahan serta menyampaikan berbagai dukungan pemerintah bagi pelaku usaha, di antaranya fasilitasi legalitas (NIB dan sertifikat halal), pemasaran produk melalui jaringan ritel, bantuan modal tanpa bunga, dan dukungan peralatan produksi. Ia juga menegaskan pentingnya inovasi, adaptasi digital, dan penguatan identitas lokal agar produk Siak mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Diskusi berlangsung interaktif. Peserta, yang berasal dari beragam latar belakang usaha seperti kuliner, kerajinan, hingga wisata edukasi, menyampaikan tantangan yang mereka hadapi, seperti penurunan daya beli, keterbatasan bahan baku, dan minimnya lokasi strategis untuk memasarkan produk.
Dari forum ini muncul pula sejumlah ide kreatif, termasuk gagasan pendirian pusat oleh-oleh terpadu, bazar UMKM harian, serta pengembangan produk berbasis bahan lokal seperti serat nanas dan pandan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini menghasilkan sejumlah tindak lanjut, di antaranya pemetaan ulang bantuan pemerintah agar lebih tepat sasaran, rencana pembangunan pusat oleh-oleh di Jl. Raja Kecik, serta penguatan pelatihan UMKM melalui fasilitas FLUD.
Menurut Ulfa, perwakilan SKELAS sekaligus moderator kegiatan, “SKELAS BESELO bukan sekadar forum diskusi, tetapi wadah silaturahmi dan kolaborasi. Dari obrolan kecil, muncul ide besar untuk membangun ekonomi lokal yang berdaya dan lestari.” Meski berskala kecil, SKELAS BESELO Edisi 15 terbukti menghadirkan suasana akrab dan produktif. Forum ini memperkuat jejaring antar pelaku usaha dan pemerintah, serta menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan ekonomi lokal Siak tumbuh dengan identitas dan semangat keberlanjutan.