Setelah mengikuti rangkaian pelatihan visioning sebagai proses awal pendampingan peserta KUBISA, kini para peserta KUBISA juga mendapatkan pelatihan bisnis model canva dan tata kelola bisnis untuk lebih mengenal strategi bisnis lestari. Peserta KUBISA diajak untuk mengenal apa itu bisnis model canva atau BMC oleh Cerli Febri yang merupakan narasumber pada kegiatan ini, beliau adalah Ketua Skelas sekaligus owner
dari Suwai.

Acara ini dilaksanakan secara offline di Tangsi Belanda (Kantin Skelas) pada tanggal 19 Januari 2023. BMC sendiri merupakan strategi manajemen yang disusun untuk menjabarkan ide dan juga konsep dari sebuah bisnis ke dalam bentuk visual. Hal ini dibuat dengan tujuan untuk mempermudah dalam melihat gambaran ide bisnis dan juga realisasinya secara cepat. Terdapat sembilan elemen penting dalam BMC yaitu costumer segments, proposisi nilai konsumen, channels atau media yang digunakan untuk menyampaikan produk dan layanannya, costumer relantionship, sumber pendapatan, sumber daya, aktivitas yang dijalankan, kerja sama, dan struktur biaya.

Setelah penyampaian materi, Cerli mengajak para peserta KUBISA untuk mempraktikkan bagaimana cara membuat bisnis model canva ini dengan mengisi kolom-kolom yang telah disediakan. Dalam prosesnya setiap tim mendapatkan fasilitator dari teman-teman Skelas.

Tujuannya agar para peserta dapat menentukan target pasar dan mengerti cara berinteraksi dengan pelanggan, dapat mengetahui dampak dari usaha yang sedang dijalankan baik itu kepada masyarakat sekitar dan konsumen, selanjutnya peserta juga dapat mengetahui bagaimana cara mendapatkan sumber dana dan sumber daya sesuai dengan karakteristik usaha, serta dapat menentukan pemetaan biaya untuk mengoperasikan bisnis sesuai dengan value proposition.


Proses peserta KUBISA untuk belajar membangun bisnis lestari tidak hanya sampai disitu. Setelah pelatihan BMC, mereka juga mendapatkan pelatihan tata kelola bisnis yang menghadirkan Irma Chantily sebagai narasumbernya. Beliau merupakan Konstelasi Accelerator
Supernova Ecosystem. Pelatihan tata kelola bisnis dilaksanakan pada hari Senin tanggal 23 Januari 2023 pukul 14.00-selesai.

Kegiatan kali ini dilaksanakan secara daring via zoom meeting. Walaupun begitu, kegiatan berjalan dengan lancar dan teratur. Para peserta aktif memberikan dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh narasumber. Menurut Irma tata kelola adalah hal yang dilakukan secara terus menerus selama bisnis itu berjalan. Tata kelola juga didefinisikan sebagai sistem dan kerangka acuan serta pendekatan yang menyeluruh dari sebuah organisasi. Hal ini meliputi proses, standar dan mekanisme kerja, peraturan kerja dan peraturan organisasi serta praktik kerja.

Tidak hanya itu, tata kelola bisnis juga berguna untuk memandu operasional dan administrasi perusahaan, etika kerja, manajemen resiko, kepatuhan kepada peraturan pemerintah dan sebagainya. Dalam menjalankan sebuah bisnis, tata kelola yang baik diyakini dapat menjadikan organisasi memiliki daya saing yang kuat. Karena mereka dapat mengelola sumber daya secara lebih efisien dan efektif.

Penulis

Desi Ofiani (Volunteer KuBiSa)

Rabu, 18 Januari 2023 Skelas mengadakan kegiatan pelatihan visioning sesi I yang dilaksanakan di Tangsi Belanda (Kantin Skelas). Delapan tim peserta KUBISA yang telah dinyatakan lolos juga turut hadir. Penyampaian materi dilakukan secara online oleh Saniy Amelia Priscila chairperson INKURI yang merupakan narasumber pada kegiatan ini.

Visioning atau visi merupakan sebuah gambaran awal yang ingin diwujudkan di masa depan. Visi dalam sebuah bisnis dianggap sangat penting karena berisi harapan, perencanaan dan strategi yang dapat menentukan masa depan bisnis tersebut.

Terdapat beberapa hal yang disampaikan oleh narasumber terkait dengan visioning yaitu life map, segitiga peranan dan menciptakan dampak. Peta hidup atau life map diartikan sebagai sebuah pemetaan dari perjalanan hidup. Kegunaannya adalah untuk membantu melihat keseluruhan hidup, menemukan apa yang diminati dan mengetahui di mana keahlianmu berada. Saat membuat peta hidup, perhatikan juga isu apa yang kamu minati kemudian memahami peranan kita dalam menangani masalah.

Melihat pernyataan diatas terdapat tiga hal yang disebut juga sebagai segitiga peranan, yaitu minat, keahlian dan isu yang ingin dipecahkan. Untuk lebih memahami apa itu segitiga peranan, narasumber meminta para peserta KUBISA untuk menuliskan dan menceritakan pengalaman mereka sesuai dengan segitiga peranan tersebut.

Selanjutnya adalah menciptakan dampak. Bisnis saat ini tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi saja, namun juga harus memperhatikan dampak apa yang telah diberikan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan memiliki tujuan bisnis yang berkelanjutan.


Desi Ofiani

Volunteer KUBISA

Yeeaayy!!!Setelah mengikuti rangkai proses seleksi dari 21 Peserta UMKM, Akhirnya..terpilih 8 Peserta/Tim dinyatakan lolos dan akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan terkait dengan bisnis lestari kedepannya. Agenda pendampingan akan dilaksanakan selama kurang lebih 2 bulan yaitu pada bulan Januari-Februari 2023.

Adapun bentuk pendampingan KUBISA 2023 yang akan dilakukan pada bulan Januari 2023 yaitu diantaranya visioning, bisnis model canvas, tata kelola, barang atau jasa, dan finance. Kemudian pada bulan Februari peserta akan diberikan pelatihan dan pendampingan mengenai marketing, pict deck, public speaking, prototyping desain kemasan dan foto produk. Congrats yap!!

Berikut Nama Peserta/Tim UMKM yang lolos seleksi:

  1. Puan Pina dari Kecamatan Bungaraya
  2. Dodol Berembang dari Kecamatan Sungai Apit
  3. JaeQue dari Kecamatan Lubuk Dalam
  4. Dapur Mempura dari Kecamatan Mempura
  5. Hantaran Bujangdara dari Kecamatan Siak
  6. KWT Bunsur dari Kecamatan Sungai Apit
  7. Ekselen Siak dari Kecamatan Siak
  8. Guava Family dari Kecamatan Minas
CALON PESERTA KUBISA

Program Inkubasi Bisnis Lestari Siak (KUBISA) yang diadakan oleh Skelas telah sampai pada seleksi calon peserta tahap II. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13-14 Januari 2023 yang berlangsung secara hybrid di ruang rapat Tangsi Belanda. Sembilan calon peserta hadir secara offline dan satu secara online.

Seleksi tahap II ini bertujuan untuk mengetahui apakah ide usaha atau usaha yang telah berjalan layak untuk diberikan pendampingan atau tidak. Dalam hal ini, terdapat beberapa kategori penilaian, yang mana nantinya hasil dari penilaian tersebut tidak dapat diganggu gugat.

Penilaian tersebut dapat dilihat dari hasil presentasi para calon peserta terkait dengan usaha yang mereka miliki. Waktu yang diberikan untuk presentasi hanya 10 menit dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Dalam hal ini, para juri tidak hanya memberikan pertanyaan saja, namun mereka juga memberikan saran atau masukan terkait dengan pengembangan produk/jasa.

Calon peserta KUBISA yang nantinya dinyatakan lolos akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan terkait dengan bisnis lestari. Agenda pendampingan akan dilaksanakan selama kurang lebih 2 bulan yaitu pada bulan Januari-Februari 2023.

Adapun bentuk pendampingan KUBISA 2023 yang akan dilakukan pada bulan Januari 2023 yaitu diantaranya visioning, bisnis model canvas, tata kelola, barang atau jasa, dan finance. Kemudian pada bulan Februari peserta akan diberikan pelatihan dan pendampingan mengenai marketing, pict deck, public speaking, prototyping desain kemasan dan foto produk.

Penulis:

Desi Ofiani

Volunteer KUBISA

Inkubasi bisnis merupakan proses pembinaan bagi pelaku usaha skala kecil dan atau pengembangan produk baru yang dilakukan oleh inkubator bisnis. Inkubator bisnis juga berperan untuk membimbing sebuah usaha agar berjalan dengan manajemen organisasi dan finansial yang baik, dengan adanya hal ini diharapkan bisnis tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan dan mengahasilkan keuntungan yang diinginkan.

Untuk mendukung program bisnis lestari di Siak, Skelas mengadakan program Inkubasi Bisnis Lestari Siak (KUBISA). Program ini bertujuan untuk membantu pelaku bisnis lestari yang ada di Siak agar dapat mencapai kesejahteraan namun tetap memperhatikan dampak lingkungan dalam proses berlangsungnya bisnis dan mendukung visi Siak Hijau serta target 1000 UMKM/tahun yang direncanakan Pemerintah Kabupaten Siak.

Kick off  KUBISA resmi dibuka pada tanggal 27 Desember 2022 di Tangsi Belanda (kantin Skelas), kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Siak Husni Merza dan dihadiri juga oleh perwakilan OPD, CSO, private sector, komunitas yang ada di Siak serta para pelaku UMKM.

Dalam pidatonya, Huzni Merza mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Skelas saat ini akan mengukir sejarah manis dimasa yang akan datang. Huzni juga berharap agar regenerasi Siak Hijau serta anak-anak muda yang konsen terhadap Siak Hijau ini bisa terus dipertahankan dan dikaderisasi. Kemudian, beliau juga berharap Skelas dapat membantu permasalahan yang dihadapi oleh UMKM yang ada di Siak.

Kick off KUBISA dilaksanakan secara hybrid, hal ini bertujuan agar teman-teman yang berhalangan hadir pada kegiatan offline tetap bisa ikut berdiskusi bersama terkait dengan inkubasi bisnis lestari ini. Kegiatan berlangsung selama kurang lebih tiga jam dan berjalan kondusif.

Selama kegiatan berlangsung, peserta inkubasi yang hadir secara offline dan online juga diajak berdiskusi mengenai beberapa hal yaitu apakah terdapat program serupa  atau yang akan dilaksanakan, kemudian apakah program tersebut dapat dikolaborasikan dalam program inkubasi. Selanjutnya, apa yang diinginkan dalam program tersebut jika bisa dikolaborasikan serta apa bentuk peran kongkrit yang bisa diberikan.

Melalui diskusi tersebut, perwakilan Dinas Perempuan Dan Anak mengatakan bahwa pada 2023 sudah terdapat UMKM yang siap dibantu pendanaan atau rantai pasok, output untuk membantu peningkatan literasi digital oleh UMKM, output KEM yang berkaitan untuk membantu dalam hal company profile dan pandauan bisnis lestari serta Komunitas Melati Nusantara juga menyediakan pendampingan dan modul pelatihan digitalisasi, isu sustainability dan perpajakan.

Tidak hanya itu, Disca juga menyampaikan tentang penggunaan aplikasi krealogi untuk memudahkan para pelaku UMKM. Bentuk kolaborasi yang akan dilakukan adalah pelatihan aplikasi rantai pasok secara digital, adapun benefit yang akan didapat adalah memudahkan pelaku UMKM dalam menjalankan bisnis, dapat berbagi pengalaman dan informasi, menciptakan laporan keuangan yang dapat diunduh serta dapat mengajukan permodalan.

            Selain benefit diatas, hal positif yang bisa kamu dapat dalam kegiatan Inkubasi Bisnis Lestari Siak (KUBISA) ini adalah mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan ide bisnis melalui ide bisnis lestari, menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kepemimpinan yang ditanamkan kepada seluruh peserta inkubasi, mendapatkan pengetahuan mengenai tahapan pembuatan bisnis, melahirkan produk/jasa yang membantu mengatasi berbagai tantangan yang ada di Siak sekaligus menciptakan pendapatan, akses pasar dan mendukung kebijakan Siak Kabupaten Hijau dan Visi Kabupaten Siak 2021-2026.

Bertempat di Tangsi Belanda (kamis 15/9/2022) Skelas kembali melaksanakan kegiatan BeSeLo (Bebual Semangat Lokal). Dalam SKELAS BESELO yang ke-4 ini mendiskusikan terkait dengan “Peluang Bagi UMKM Lokal dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Melalui Katalog Elektronik Lokal dan Toko Daring di Kabupaten Siak”. Katalog Elektronik Lokal adalah sistem informasi elektronik yang memuat daftar, merek, jenis, spesifikasi teknis, harga dan jumlah ketersediaan Barang/Jasa tertentu dari berbagai penyedia. Sedangkan Toko Daring merupakan sebuah sistem informasi yang dikembangkan dan dikelola oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk memfasilitasi pelaksanaan epurchasing Pengadaan Barang/Jasa di K/L/PD melalui PPMSE yang berbentuk marketplace dan ritel daring.

Dipilihnya E-Katalog Lokal dan Toko Daring sebagai tema dalam kegiatan ini karena saat ini Presiden RI Joko Widodo meminta agar produk-produk lokal unggulan segera masuk ke ekatalog lokal. Kebijakan ini merupakan Salah satu bentuk gotong royong K/L dan dukungan atas momentum Pemulihan Ekonomi Nasional khususnya di Daerah. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mengubah proses bisnis katalog elektronik menjadi lebih cepat dan sederhana. Salah satu tujuannya adalah untuk menarik lebih banyak pelaku usaha kecil dan mikro untuk berpartisipasi dalam pengadaan barang/jasa pemerintah dan mendorong akselerasi pemanfaatan produk dalam negeri, Kepala LKPP menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan upaya percepatan penayangan produk dalam negeri dan usaha mikro kecil (PDN-UMK) dalam katalog elektronik nasional, sektoral dan lokal. Pemerintah daerah diharapkan sebanyak mungkin memasukkan penyedia barang/ jasa dalam e-katalog lokal, dan OPD yang ada di kabupaten dapat belanja melalui e-katalog lokal dan ditargetkan sebanyak mungkin ditayangkan.

Dua tahun pendemi membuat pergerakan film di Siak terkesan mati suri.

Narasi ini digaungkan anak film lokal Siak untuk membangkitkan semangat berkarya. Petang tadi kegiatan SKELAS BESELO yang menampilkan 4 Film Lokal karya anak Siak turut di apresiasi oleh Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan bersama Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Pariwisata Kabupaten Siak sehingga menemukan hasil diskusi yang positif dan angin segar untuk masa depan perfilman di Siak.

Semangat komunitas berkarya harus ditanamkan serta konsistensi yang bagus harus diterapkan untuk perfilman di Siak. Para penggiat film akhirnya menemukan solusi untuk bergotong royong multipihak mengangkat potensi lokal dan meningkatkan kapasitas dengan cara asik dan mengutamakan kualitas yang baik kedepan.

Yuk gotong royong bareng untuk perfilman Siak!!!

Gotong Royong Untuk Siak #SiakAsik

.

Sejak tahun 2018, Kabupaten Siak telah berkomitmen untuk menjaga kelestarian yang telah dituangkan dalam Peraturan Bupati No. 22/2018 tentang inisiatif Siak Hijau yang berfokus pada tata kelola lahan. Pihak pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi, petani dan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Siak kemudian menuangkannya menjadi Peta Jalan Siak Hijau menuju kabupaten tangguh bencana, termasuk kebakaran hutan & lahan serta situasi pandemi COVID19 saat ini. Salah satu rujukan dalam Peta Jalan tersebut adalah konsep pembangunan yang menjaga lingkungan namun tetap menyejahterakan masyarakat melalui peningkatan nilai tambah dari komoditas yang dikelola dengan lestari dan dilakukan lewat gotong royong multipihak yang inovatif dan berbasis lokalitas & masyarakat.

Sebagai upaya mendukung upaya Kabupaten Siak menuju Siak Hijau, pemerintah kabupaten bersama  mitra kolaborator mencoba untuk  merangkum pemikiran, data informasi dan pendapat dari pemangku kepentingan di Kabupaten Siak terkait (i) pola gotong royong multipihak untuk Siak Hijau dan (ii) rancang bangun kelembagaan yang dapat menaungi pola gotong-royong tersebut di Kabupaten Siak.

Dalam rangka mempublikasikan proses dan capaian dalam gotong royong berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Siak,  Pemerintah Kabupaten Siak bersama dengan SKELAS (Sentra Kreatif Lestari Siak) mengadakan acara Napak Tilas Gotong Royong Mencintai Siak.

Hallo Kawan Skelas
Bagi Kalian yang punya produk lokal UMKM Lokal Siak buruan daftarin produk  kalian di Kantin Skelas sampai batas waktu tanggal 7 Maret 2022 ini loh, Yukkk bantu Skelas wujudkan kemajuan UMKM lokal Siak yang lestari.

Syarat dan Ketentuan:

-Produk UMKM asal Kabupaten Siak

-Memiliki Izin Edar lebih diutamakan

-Bersedia menitipkan produknya di SKELAS (Tangsi Belanda)

-Diutamakan menggunakan kemasan Ramah Lingkungan

-Produk dapat tahan lama secara alami

Narahubung

Cerli - 0853-7634-8235

S K E L A S

Sentra Kreatif Lestari Siak (Skelas) merupakan sebuah tempat sekaligus wadah bagi anak-anak muda kreatif untuk berkreasi menuangkan ide-ide untuk menggali potensi-potensi unggulan Kabupaten Siak dengan tetap menjaga kelestarian alamnya.
HUBUNGI KAMI
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram