1. Mangalo Fortirice

Mangalo Fortirice merupakan inovasi pangan lokal yang mengolah Mangalo (singkong kayu khas Suku Sakai) menjadi beras fortifikasi dengan tambahan tepung bonggol pisang. Bahan baku produk ini mudah diperoleh, mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen singkong terbesar dan limbah bonggol pisang masih belum dimanfaatkan secara optimal. Produk ini dapat dimasak seperti beras pada umumnya (dengan perbandingan air 1:1), sehingga mudah diterima masyarakat sebagai sumber karbohidrat alternatif yang lebih sehat.
a. Inovasi ini melestarikan pangan lokal Suku Sakai sekaligus memberdayakan masyarakat dalam produksi dan distribusi.

b.Mangalo Fortirice menciptakan nilai tambah dari bahan lokal, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan melalui diversifikasi usaha pangan.
c. Pemanfaatan bonggol pisang membantu mengurangi sampah organik dan pencemaran lingkungan.

2. Archiscape

Archiscape ingin menampilkan kekayaan tanaman herbal Riau melalui desain Harmoni Aroma Melayu yang memadukan aroma, tekstur, dan warna alami bunga lokal. Taman ini menghadirkan pengalaman panca indera melalui empat zona aroma—Segar, Hangat, Floral, dan Tempo Dulu—dengan jalur
berliku menyerupai aliran Sungai Siak. Di dalamnya, terdapat Serambi Melayu, ruang belajar dan beristirahat bergaya tradisional yang memanfaatkan material alami serta ornamen floral khas Melayu
Aroma Siak menjadi ruang belajar terbuka tentang tanaman obat dan budaya Melayu
Taman ini membuka peluang usaha melalui wisata herbal, produk olahan bunga, dan edukasi lingkungan
Inovasi ini menjaga keanekaragaman hayati dan mendukung konservasi gambut.

3. Peatronics

Sistem Monitoring Ketinggian Muka Air pada Lahan Gambut adalah solusi berbasis IoT untuk mendeteksi dini potensi kebakaran akibat kekeringan. Sistem ini memantau muka air tanah secara otomatis dan mengirim data melalui teknologi LoRa multi-hop yang efisien dan berbiaya rendah. Data ditampilkan pada dashboard web berisi grafik, prediksi kondisi, dan notifikasi saat muka air turun di bawah batas aman, memungkinkan pemantauan realtime dan tindakan cepat mencegah kekeringan dan kebakaran Pengurangan kasus ISPA dan peningkatan produktivitas masyarakat. Menekan kerugian akibat kebakaran serta mengurangi kebutuhan pemantauan manual yang memakan waktu dan biaya besar. Penurunan luas kebakaran, mencegah polusi akibat kebakaran.

Selamat kepada @mangalo.fortirice @peatronics dan @aroma.siak

Semoga ide inovasi kreatif teman-teman inovator Siak Innovation Challenge 2.0 tidak terhenti di sini saja, besar harapan kita agar bisa direalisasikan dan dapat dikembangkan melampaui potensi yang ada sehingga dapat berdampak nyata untuk Siak dan negeri tercinta.

Siak, 18 Oktober 2025 — Skelas secara resmi meluncurkan kegiatan Kick-Off Siak Innovation Challenge (SIC) 2.0, sebuah inisiatif kolaboratif yang bertujuan untuk mendorong inovasi daerah berbasis masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Drs. L Budhi IYuwono, M.Si (Kepala Bapperida Kabupaten Siak), Musrahmad (Direktur PT Alam Siak Lestari), dan Faris Prima Fadhilah, S.T.P., CFFT (Direktur Direct Impact Hub by The Local Enablers).

Dalam sambutannya, Dr. Budhi I Yuwono menyampaikan bahwa Siak Innovation Challenge merupakan bagian dari komitmen Kabupaten Siak untuk terus menumbuhkan ekosistem inovasi daerah yang partisipatif, berkelanjutan, dan mendukung visi Siak Hijau. “Kita ingin agar masyarakat, pelaku usaha, dan generasi muda menjadi motor penggerak inovasi lokal yang berdampak nyata bagi kesejahteraan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Musrahmad menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam memperkuat inovasi sosial dan ekonomi lokal. Faris Prima Fadhilah turut menambahkan bahwa pendekatan impact-driven innovation dapat menjadi strategi efektif untuk menciptakan solusi yang adaptif terhadap tantangan daerah.

Kegiatan Kick-Off ini menandai dimulainya rangkaian program SIC 2.0 yang akan melibatkan berbagai kalangan, mulai dari komunitas, akademisi, pelaku usaha, media, hingga pemerintah daerah, untuk bersama-sama merancang ide dan proyek inovatif yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Siak.

Siak Innovation Challenge 2.0 diselenggarakan oleh Orang Muda Lokal melalui kerja sama ekosistem lestari siak yakni Skelas, Alam Siak Lestari, Pinaloka, HahaHihi Media, RamahGambut dan Explore Siak. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengikuti perkembangan kegiatan melalui laman resmi dan kanal komunikasi Siak Innovation Challenge pada akun dibawah ini :

Siak, 17 Oktober 2025 — Penyelenggara Siak Innovation Challenge 2.0 dengan bangga mengumumkan 10 peserta terpilih yang berhasil melanjutkan ke tahap Mentoring dan Pitching. Tahapan ini menjadi langkah penting dalam perjalanan peserta untuk memperkuat ide dan solusi inovatif yang mereka tawarkan bagi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Siak.

Setelah melalui proses seleksi yang ketat dari total 93 pendaftar, sepuluh ide terbaik dipilih berdasarkan orisinalitas, dampak sosial dan lingkungan, serta potensi keberlanjutan. Para peserta terpilih akan mendapatkan sesi mentoring intensif bersama para ahli, praktisi, dan mentor berpengalaman guna mengasah konsep inovasi mereka agar siap dipresentasikan di tahap pitching.

Melalui Siak Innovation Challenge 2.0, diharapkan lahir inovasi-inovasi baru yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Puncak kegiatan akan ditandai dengan sesi pitching, di mana para peserta akan mempresentasikan ide mereka di hadapan dewan juri dan pemangku kepentingan daerah.

Berikut 10 Ide terpilih:

1.Bumkam Sejahtera : Mitigasi sampah desa lewat bank sampah yang mengolah limbah organik jadi pakan maggot dan pupuk, serta memilah sampah anorganik bernilai jual;

2. ADTEPEVATION : MPASI lokal berbahan dadih, spirulina, dan pegagan untuk cegah stunting dan dukung ketahanan pangan daerah.

3. SUKUN : Diversifikasi pangan lokal dengan tepung sukun bergizi untuk kurangi ketergantungan pada beras.

4. BALIK KE RIAU : Gerakan kompos sekolah dari limbah organik program makan bergizi gratis di Kota Siak.

5. LIOFIT MEDIA : Limbah akuakultur diolah menjadi pupuk organik cair untuk lahan gambut yang lebih subur dan ramah lingkungan.

6. TIM SEHATI : Wisata interaktif Smart Heritage Tour dan Eco-River Cruise yang memadukan sejarah Siak, teknologi, dan pelestarian alam.

7. MANGALO FORTIRICE : Beras analog dari ubi kayu Sakai dan bonggol pisang sebagai alternatif sehat dan berkelanjutan.

8. FRUIT GUARD : Lapisan probiotik alami untuk memperpanjang daya simpan buah tropis tanpa bahan kimia.

9. PEATRONICS : Sistem IoT berbasis LoRa untuk memantau dan mengatur pintu air lahan gambut secara real-time.

10. ARCHISCAPE :Wisata edukatif berbasis taman bunga obat yang bisa dimakan, memperkuat identitas lokal Siak.


Sampai ketemu ditahap berikutnya.

Siak, 14 Oktober 2025 — Penyelenggara Siak Innovation Challenge 2.0 menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak atas antusiasme yang tinggi dalam mengikuti ajang inovasi ini. Tercatat sebanyak 93 pendaftar telah mengirimkan ide dan gagasannya untuk berkontribusi dalam mendorong inovasi berbasis masyarakat menuju pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Partisipasi yang luar biasa ini menunjukkan meningkatnya semangat kolaborasi dan kreativitas orang muda lokal, terutama dalam upaya menciptakan solusi inovatif yang selaras dengan visi pembangunan yang berwawasan lingkungan, inklusif, dan berdaya saing lokal.

Pengumuman 10 peserta terpilih akan diumumkan pada 15 Oktober 2025. Diharapkan para peserta terpilih nantinya dapat melanjutkan ide-ide inovatif mereka ke tahap implementasi dan menjadi bagian dari gerakan perubahan positif di Kabupaten Siak.

Siak Innovation Challenge 2.0 digagas sebagai wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan solusi kreatif dan aplikatif terhadap tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan, melalui kolaborasi multipihak dan pendekatan inovasi sosial.

Terima Kasih atas Antusiasme Peserta Siak Innovation Challenge 2.0

Panitia Penyelenggra SIC melaksanakan Roadshow Program SIC 2025 di STAI Sultan Syarif Hasyim Siak.

Hari ini penuh semangat dan energi dalam acara pembekalan bersama para calon pahlawan lingkungan masa depan!

Acara ini merupakan bagian dari Siak Innovation Challenge (SIC), untuk menggali inovasi-inovasi baru dalam pelestarian lingkungan, ketahanan pangan dan pariwisata berkelanjutan.

Selanjutnya kunjungan dilakukan di kantor Bapperida Siak dan dterima langsung oleh kepala Bapperida L Budhi Yuwono bersama Bidang yang membidangi Riset dan Inovasi Daerah.

Siak Innovation Challenge 2.0 kembali dibuka. SIC 2025 menjadi ajang kompetisi sekaligus wadah bagi generasi muda untuk menciptakan solusi kreatif. Kegiatan ini merupakan sebuah kompetisi inovasi ke-dua yang diselenggarakan oleh Sentra Kreatif Lestari Siak (SKELAS) bekerja sama dengan Ekosistem Lestari Siak. Kegiatan ini berkomitmen untuk kelestarian lingkungan dan menciptakan kerjasama dengan semua pihak yang konsen terhadap ekonomi berkelanjutan dan terus berada di Kabupaten Siak.

Siap menjadi salah satu inovator terbaik Siak?

Festival Inovasi Lestari mengundang Anda untuk memberikan ide dalam Siak Innovation Challenge, dengan total hadiah mencapai Rp. 12.000.000

Apapun keahlian Anda, kami menyediakan panggung bagi Anda untuk berinovasi dan berdampak di Siak.

Tunjukkan ide kamu, perkenalkan tim kamu, dan dapatkan berbagai peluang untuk memberi dampak bagi masa depan Siak!

Kabupaten Siak kembali menunjukkan langkah maju dalam upayanya menjadi kabupaten mandiri dan lestari dengan suksesnya penyelenggaraan Siak Innovation Challenge 2025. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk berinovasi menciptakan solusi kreatif dalam mendukung perlindungan ekosistem gambut, ekonomi lestari, dan pembangunan berkelanjutan. Sebagai kabupaten yang 57% wilayahnya berupa lahan gambut, Siak menghadapi tantangan besar untuk menjaga kelestariannya sekaligus memanfaatkannya secara berkelanjutan.

Tragedi kebakaran hutan pada tahun 2015 menjadi momentum penting bagi Siak untuk bertransformasi. Pemerintah Kabupaten Siak menetapkan komitmen kuat melalui Kebijakan Siak Hijau, sebuah payung kebijakan yang mendukung tata kelola lestari dan berkeadilan. Dengan inisiatif seperti Siak Innovation Challenge, identitas baru “Siak Asik” — Alam, Sejarah, Inovasi, dan Kolaborasi — semakin ditegaskan sebagai cerminan nilai utama pembangunan kabupaten ini.

Budhi Yuwono, Kepala Bapperida Kabupaten Siak, menyampaikan bahwa inovasi adalah kunci keberhasilan perubahan ini. “Siak Innovation Challenge telah membuktikan bahwa masyarakat, terutama generasi muda, memiliki potensi besar dalam menciptakan inovasi yang relevan dan berdampak nyata. Ide-ide ini kami harapkan menjadi solusi yang membawa manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan di Siak,” ujarnya.

Siak Innovation Challenge 2025 merupakan hasil kolaborasi berbagai entitas lokal yang digerakkan oleh orang muda Siak dalam payung ‘Ekosistem Lestari Siak’, yang melibatkan Sentra Kreatif Lestari Siak (Skelas), Alam Siak Lestari (ASL), Pinaloka, Explore Siak, dan Haha Hihi Media. Melalui kerja sama ini, nilai-nilai lokal dan semangat kolektif generasi muda diterjemahkan menjadi aksi nyata yang berkontribusi pada restorasi dan pelestarian ekosistem gambut.

Musrahmad, Ketua Panitia Siak Innovation Challenge sekaligus Direktur Alam Siak Lestari, menegaskan pentingnya inovasi berbasis komunitas. “Tantangan menjaga ekosistem gambut adalah tanggung jawab besar yang membutuhkan ide-ide baru. Kompetisi ini menjadi langkah awal membangun sinergi lintas sektor untuk mendukung Kebijakan Siak Hijau,” jelasnya.

Setelah proses panjang yang dimulai dari pendaftaran, pendampingan oleh mentor ahli, hingga pitching, tiga inovasi terbaik berhasil meraih penghargaan:

  1. Secawan Gambut — Proyek Komik Anak dengan Tema Lahan Gambut.
  2. RB Energy — Inkubasi UMKM Penghasil Produk Sagu.
  3. Tim GATY — Website Edukasi dan Platform Jual Beli Produk Lahan Gambut.

Para pemenang tidak hanya mendapatkan apresiasi, tetapi juga pendanaan untuk merealisasikan proyek mereka. Teguh Al-Azizul dari Tim GATY mengungkapkan harapannya, “Kami berharap kompetisi seperti ini terus berlanjut, agar generasi muda lain juga terdorong untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.”

Siak Innovation Challenge 2025 menunjukkan bahwa inovasi tidak harus bersifat megah. Ramon Y. Tungka, salah satu dewan juri, menegaskan, “Inovasi bisa hadir dari hal-hal sederhana. Yang terpenting adalah ide dan aksi nyata yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat lokal.” Konsep inovasi sederhana ini diharapkan dapat mendorong masyarakat Siak untuk ikut berpartisipasi aktif menemukan inovasi-inovasi berbasis alam lain yang sederhana dari kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan penghargaan terhadap nilai lokal, Kabupaten Siak terus menginspirasi daerah lain untuk mengembangkan pendekatan berbasis komunitas dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan ekonomi. Melalui partisipasi aktif generasi muda, masa depan Kabupaten Siak sebagai daerah yang hijau, sejahtera, dan mandiri semakin nyata.

Ini dia juri-juri hebat kita di acara Siak Innovation Challange 2024. Para juri ini akan menjadi penilai kepada peserta SIC 2024 berdasarkan inovasi, Kelayakan, dampak sosial-lingkungan berkelanjutan dan skalabilitas ide.

Ramon Y. Tungka

Profesi : Actor | Explorer | Eco-Warrior.

Nama Asli : Ramon Yusuf Tungka

Tgl Lahir : Jun 2, 1984

Domisili :Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

Gita Syahrani

Profesi : Head of Executive Board Koalisi Ekonomi Membumi

Nama Asli : Gita Syahrani

Aktivitas : Sustainability & Collective Impact Convener

Domisili : Jakarta, Indonesia

Dr. Dolly Priatna

Profesi : Executive Director - Belantara Foundation

Nama Asli : Dolly Priatna

Domisili : Jakarta, Indonesia

Setelah melalui rangkaian panjang, mulai dari tahap pendaftaran pada Agustus hingga Oktober 2024, Siak Innovation Challenge 2025 berhasil mengumpulkan 35 kelompok pendaftar. Sebanyak 10 kelompok lolos ke tahap mentoring. Sepuluh kelompok ini pun didampingi oleh para mentor dengan latar belakang profesional dan ahli di bidangnya menuju tahap pitching untuk mendapatkan ide inovasi terbaik.

AEBO WARA
STRIGISFORMES TEAM
SECAWAN
SIAK WARRIORS
RELUNG TROPIKA
GATY
AVATAR
MAHARATU GROUP
RB ENERGY
SIAK GREEN RESIDENCE

Penilaian akan dilakukan oleh dewan juri pada puncak kegiatan SIC 2025 (13/1/2025), yang terdiri dari Dr. Dolly Priatna (Direktur Eksekutif Belantara Foundation), Gita Syahrani (Head of Executive Board Koalisi Ekonomi Membumi), dan Ramon Y. Tungka (figur publik dan Eco Warrior dari Saya Pilih Bumi).

Sampai jumpa pada tahap berikutnyaaa!!

Siak Innovation Challange (SIC) Merupakan program yang menciptakan ruang bagi orang muda untuk mengeksplorasi dan mengembangkan ide- ide inovatif untuk pemanfaatan dan menjaga keberlangsungan lahan gambut. Selain itu juga dapat menginspirasi generasi muda Siak dan Riau pada umumnya untuk menjadi agen perubahan dalam pembengunan keberlanjutan.

Siak Innovation Challenge 2025 menjadi ajang kompetisi sekaligus wadah bagi generasi muda untuk menciptakan solusi kreatif. SIC 2025 bertujuan mendukung perlindungan ekosistem gambut sekaligus mendorong ekonomi lestari dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Inisiatif Siak Innovation Challenge lahir dari kecintaan generasi muda Siak terhadap daerahnya. Inisiatif ini merupakan kolaborasi dari berbagai entitas lokal yang digerakkan oleh orang muda Siak atas nama Ekosistem Lestari Siak.

Siak Innovation Challenge mengusung tiga nilai utama. Ketiga nilai utama itu adalah #SiakHijau, #SiakAsik, dan #RamahGambut, yang mencerminkan komitmen terhadap kelestarian lingkungan, keberlanjutan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

S K E L A S

Sentra Kreatif Lestari Siak (Skelas) merupakan sebuah tempat sekaligus wadah bagi orang muda kreatif untuk berkreasi menuangkan ide-ide untuk menggali potensi unggulan Kabupaten Siak dengan tetap menjaga kelestarian alamnya.
HUBUNGI KAMI
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram