Skelas Beselo #11 : Merawat Masa Depan Bungaraya lewat Pertanian dan Kolaborasi (Skelas x Seraya)

Potensi pertanian yang besar di Kecamatan Bungaraya kembali diangkat dalam forum diskusi Skelas Beselo edisi ke-11 yang kali ini berkolaborasi dengan Komunitas SERAYA. Bertempat di Aula Kantor Camat Bungaraya (minggu, 22 Desember 2024), kegiatan ini mengangkat tema “Potensi Pertanian Bungaraya”, menghadirkan beragam sudut pandang dan semangat generasi muda untuk menggali kekuatan lokal di sektor agraris.

Skelas Beselo merupakan salah satu program unggulan SKELAS (Sentra Kreatif Lestari), ruang kolaborasi yang mendorong lahirnya solusi inovatif berbasis potensi lokal. Dengan pendekatan budaya duduk bersama khas Melayu, diskusi ini membuka ruang setara bagi peserta dari berbagai komunitas, sekolah, dan lembaga yang ingin memperdalam wawasan soal pertanian berkelanjutan dan peran anak muda di dalamnya.

Kolaborasi bersama SERAYA, komunitas lokal yang berfokus pada isu pertanian dan lingkungan di Bungaraya, menjadi energi baru dalam menyuarakan pentingnya regenerasi petani muda dan pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.

Membaca Peluang di Tengah Tantangan

Hadir sebagai narasumber, Nasir Rosidi, penyuluh pertanian Kabupaten Siak, menyampaikan pentingnya pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan. Ia juga menyoroti dampak negatif dari penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan perlunya pelatihan untuk mengembangkan pupuk organik.

Sementara itu, Wibowo Nugroho, pelaku ekonomi kreatif sekaligus penggerak Desa Wisata Benteng Hulu, membagikan kisahnya mengolah potensi desa melalui usaha produk olahan lokal dan wisata berbasis pengalaman. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi agar sektor pariwisata berbasis pertanian dapat berkembang dan berumur panjang.

Sesi diskusi dan tanya jawab dalam Skelas Beselo XI x SERAYA berlangsung hangat dan partisipatif, mempertemukan pandangan praktis narasumber dengan pengalaman peserta. Pertanyaan dari peserta seperti Chico yang menyoroti alih fungsi lahan dan keberlanjutan destinasi wisata dijawab lugas oleh Bapak Nasir dan Bang Wibowo, memantik diskusi lebih dalam tentang praktik pertanian ramah lingkungan dan pentingnya inovasi dalam ekowisata. Refleksi dari peserta seperti Aji, Kevin, dan Pak Danar memperkuat urgensi regenerasi petani muda, branding produk lokal, serta integrasi sektor pertanian dan pariwisata. Diskusi ini menunjukkan bahwa potensi Bungaraya tidak hanya kaya secara sumber daya, tetapi juga penuh ide segar dari generasi muda yang peduli pada masa depan daerahnya.

Meskipun dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti jumlah peserta yang belum memenuhi target,  diskusi ini tetap berlangsung dinamis. Keterlibatan aktif peserta menunjukkan bahwa ketika isu yang dibahas dekat dengan kehidupan sehari-hari, kehadiran dan partisipasi menjadi lebih bermakna.

Forum ini juga merekomendasikan tindak lanjut seperti pelatihan rutin untuk petani muda, promosi produk lokal melalui media sosial, dan integrasi sektor pertanian dengan wisata berbasis edukasi. Harapannya, Bungaraya tidak hanya menjadi lumbung pangan, tapi juga destinasi agrikultur yang diminati generasi muda.

Skelas Beselo XI membuktikan bahwa forum diskusi yang hangat dan inklusif bisa menjadi pemantik kolaborasi yang berdampak nyata. Kolaborasi SKELAS dan SERAYA membuka peluang baru untuk menyatukan semangat komunitas, pemerintah, dan pelaku usaha dalam satu tujuan bersama: menjadikan pertanian sebagai kebanggaan dan masa depan Bungaraya.

Redaktur : Ulfa

S K E L A S

Sentra Kreatif Lestari Siak (Skelas) merupakan sebuah tempat sekaligus wadah bagi orang muda kreatif untuk berkreasi menuangkan ide-ide untuk menggali potensi unggulan Kabupaten Siak dengan tetap menjaga kelestarian alamnya.
HUBUNGI KAMI
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram